Rabu, 28 Maret 2012

Manusia dan Kebudayaan

Manusia dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia merupakan makhluk Tuhan yang paling sempurna yang dapat menciptakan kebudayaan mereka sendiri serta melestarikannya secara turun temurun. Budaya tercipta dari berbagai macam kegiatan dan kejadian-kejadian yang terus berlangsung yang mana itu semua sudah diatur oleh Sang Pencipta.
Terciptanya Budaya merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala sesuatu yang berada di alam semesta ini. Manusia dibekali akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya dan pada hakikatnya manusia juga bertindak sebagai pemimpin di muka bumi. Disisi lain manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku. Dengan kemampuan yang dimilikinya manusia bisa menciptakan kebudayaan.

MANUSIA

Dari segi ilmu eksakta, dalam ilmu kimia dikatakan manusia adalah kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia. Dalam ilmu fisika manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling berkaitan satu dengan lainnya dan merupakan kumpulan dari energi. Dalam biologi manusia merupakan mahluk biologis yang tergolong kedalam golongan mahluk mamalia. Dalam ilmu ekonomi, manusia merupakan mahluk yang selalu ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan yang mereka lakukan. Dalam ilmu sosiologi manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri. Dalam politik manusia adalah mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan. Dan lain sebagainya.
Pada dasarnya Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk hidup yang paling sempurna, melebihi ciptaan Tuhan lainnya. Manusia terdiri dari jiwa dan raga serta dilengkapi dengan akal pikiran dan hawa nafsu. Akal dan pikiran digunakan untuk kebaikan mereka sendiri dan juga untuk orang di sekitar mereka. Sedangkan diberikan hawa nafsu agar mereka mampu hidup dan beradaptasi di alam semesta ini. Manusia diciptakan sebagai pemimpin di bumi. Disisi lain manusia hidup sebagai makhluk sosial, yang selalu hidup berdampingan satu sama lain.

KEBUDAYAAN

Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti segala sesuatu yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan adalah sesuatu yang dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun ada juga kebudayaan yang dapat dirasakan dengan panca indera seperti lagu, tari, dan bahasa.
Perubahan kebudayaan pada dasarnya disebabkan oleh perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut. Perubahan itu terjadi karena adanya hubungan antara manusia dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara sekelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yang statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika. Perubahan itu muncul akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi dasar kebudayaan tersebut.

KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, dengan kata lain bahwa keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan tersebut akan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat lepas dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. Apa yang termasuk kedalam satu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari perilaku manusia yang membuatnya.

Pengertian Tujuan dan Ruang Lingkup IBD

Pengertian Ilmu Budaya Dasar

IBD merupakan ilmu yang dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Istilah IBD dikembangkan pertama kali di Indonesia yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang berarti manusia, berbudaya. Dengan mempelajarinya diharapkan seseorang akan dapat menjadi manusia yang lebih manusiawi dan lebih berbudaya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia dapat menjadi humanus, maka mereka harus mempelajari ilmu tersebut disamping tidak meninggalkan tanggung jawabnya yaitu sebagai manusia itu sendiri.

Tujuan Ilmu Budaya Dasar

Tujuan dari IBD adalah supaya mahasiswa dapat memahami konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. IBD juga merupakan salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas pola pikir dan wawasan serta kemampuan kritikan terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri.
Dikhawatirkan pada saat ini mahasiswa mulai mengalami pergeseran nilai-nilai yang dapat membuatnya bersikap masa bodoh atau putus asa, yang mana itu semua merupakan suatu sikap yang tidak sewajarnya dimiliki oleh seorang terpelajar. Bagaimanapun juga mahasiswa adalah orang-orang muda yang sedang mempelajari cara untuk memberikan tanggapan dan penilaian terhadap apa saja yang terjadi atas dirinya dan masyarakat sekitarnya.

Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar

Dari tujuan yang telah disebutkan, terdapat dua masalah pokok yang dapat dipakai sebagai bahan untuk menentukan ruang lingkup IBD. Diantaranya adalah :
  1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan kumpulan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat ditanggapi dengan menggunakan pengetahuan budaya, baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
  2. Hakekat manusia yang satu atau universal, tetapi beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan di masing-masing jaman dan tempat.
Dari pengembangan masalah-masalah tersebut, dapat diketahui bahwa orientasi ilmu budaya dasar memang tidak dapat terlepas dari masalah-masalah manusia dan kebudayaannya. Dengan demikian mahasiswa akan lebih mudah mengidentifikasi dirinya dengan masalah yang dibahas dan untuk menunjukkan bahwa hal-hal yang didiskusikan sesuai dengan pengalaman hidup manusia.